Perjalanan Rumput Laut Kota Bau-Bau

Mei 2, 2009 at 6:49 am 1 komentar

Dari Bau-Bau, Batam hingga Boston Amerika
logoPetani rumput laut di Bau-Bau tampaknya akan memasuki masa depan cerah. Paling tidak promosi sumber daya laut ini sudah melanglang buana, dari lokal, regional, nasional bahkan boleh jadi menembus level internasional. Tentu ini bukan pekerjaan mudah, yang pasti Departemen Kelautan dan Perikanan RI telah percaya dengan komoditas rumput laut Bau-Bau. Baik secara kuantitas maupun kualitasnya.

Pada skala lokal, potensi rumput laut Bau-Bau telah berbicara secara nasional, lebih dari itu, kota ini juga menjadi sentrum penampungan pada skala regional Buton Raya, bahkan Sulawesi Tenggara. Posisi ini menjadikan rumput laut Bau-Bau sebagai model bagi pengembangan komoditas sebagai kawasan cluster di Indonesia.

‘Berbicaranya’ rumput laut Bau-Bau dipentas nasional dimata Walikota Amirul Tamim, bukan sekadar pada rumput lautnya, tapi lebih dari itu dukungan infrastruktur yang terbangun untuk memudahkan akses bagi pengembangan rumput laut. “Ini yang dilihat publik nasional, sebab banyak daerah produsen rumput laut, tapi tidak didukung dengan kebijakan pembangunan infrstruktur, maka tetap seperti saja, petani tidak merasakan adanya peningkatan kesejahteraan yang signifikan,” tandasnya.

4 Pebruari lalu, bertempat di Kota Batam rumput laut Bau-Bau mengantarkan Walikota tampil sebagai keynotspeaker pada seminar nasional pengembangan cluster rumput laut tingkat nasional, helatan Departemen Kelautan dan Perikanan dengan menghadirkan sejumlah pengusaha nasional, termasuk diantaranya pengusaha asal Malaysia.

Amirul mengatakan, perhatian pusat termasuk pengusaha nasional terhadap industri rumput laut sangat besar. Pertanyaannya, kenapa harus Bau-Bau yang d ijadikan model di level nasional. “Inilah yang saya sampaikan di sana. Rumput laut kita itu, hanya objek utama saja, tetapi bagaimana dukungan terhadap rumput laut, itu yang dikedepankan,” katanya.

Dukungan itu kata Walikota, diantaranya bagaimana kebijakan pemkot Bau-Bau terhadap keberadaan budidaya rumput laut, bagaimana dukungan infrastruktur Bau-Bau yang bisa menunjang para pengusaha di Bau-Bau, serta bagaimana daya dukung sektor lainnya terhadap petani rumput laut itu sendiri. “Ketika demam emas di Bombana, banyak warga Sultra bahkan diluar Sultra yang berbondong-bondong ke Bombana, tetapi petani rumput laut kita tetap bertahan, dan lebih mengandalkan industri rumput lautnya, ini menandakan bahwa pembudidayaan dan pengolahan rumput laut tidak kalah dengan emas yang ada di Bombana sana,” papar Amirul.

Amirul dalam paparannya pada acara seminar, mengajak agar para pengusaha untuk ke Sulawesi Tenggara termasuk ke Kota Bau-Bau, bagaimana melihat prospek iklim usaha di wilayah itu. “Sultra secara umum dan Bau-Bau khususnya adalah, wilayah yang mendukung para pengusaha, ini tidak lepas dari program-program riel bapak Gubernur, jadi sinergitas itu terus terbangun,” imbuhnya.

Hal lain yang disebutkan Amirul Tamim adalah ususlannya ke Pusat, agar model cluster industri rumput laut di Bau-Bau dijadikan pilot project. “Intinya kita usulkan ada semacam lembaga sejenis Bulog yang bisa mengatur, menekan serta menormalisasi harga rumput laut, sehingga harga rumput laut senantiasa stabil, dan tentunya menguntungkan petani itu sendiri,” ujarnya.

Pada seminar nasional ini, dari sejumlah daerah di Indonesia yang memiliki budi daya rumput laut, hanya dua wilayah yang dijadikan cluster rumput laut di Indonesia, yakni Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, dan Kabupaten Dompu NTT.

Pergerakan promo rumput laut Bau-Bau ini juga dilirik publik dunia. Walikota Baubau MZ Amirul Tamim diundang Dirjen Departemen Kelautan (DKP) untuk berangkat ke Boston, salah satu Negara Bagian Amerika Serikat (AS). Undangan itu dalam rangka presentase prospek pemasaran hasil laut.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Baubau, Ir Sumardjo mengatakan, Walikota Baubau akan berangkat ke Boston bersama Dirjen Pemasaran DKP, Dirjen Luar Negeri, Dirjen Sertivikasi, serta sejumlah rombongan lainnya pada tanggal 18 Maret ini. “Keberangkatan Walikota bersama para Dirjen itu dalam rangka memasarkan hasil laut di negeri ini,” kata Sumardjo

Yang akan dipasarkan nanti terdiri dari rumput laut, ikan kayu, serta hasil laut lain. Untuk semua bahan yang akan dibawa ke Boston itu dia mengaku pihaknya sudah mengirim rumput laut dan ikan kayu ke Dirjen DKP di Jakarta. “Jadi begitu berangkat, bahannya sudah siap di Jakarta,” kata Sumardjo.

Lebih lanjut Sumardjo mengatakan, kedua hasil laut itu bisa dikatakan masih sangat langka di Indonesia, terutama ikan kayu. Bahkan di dunia pun barang tersebut, masih dibilang sangat langka, sehingga masih ada peluang dipasarkan di luar negeri.
Di Boston Amirul Tamim bersama rombongan Dirjen DKP akan mengunjungi bebarapa pabrik hasil laut, dan melakukan lobi untuk peluang pemasaran hasil laut (hamzah)

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Bau-Bau Masuki Dunia Touch Screen Sugesti Sang Gubernur

1 Komentar Add your own

  • 1. Candra Laorannu  |  Juni 12, 2016 pukul 9:55 am

    Kami TPS International surabaya siap menerima stok dari Rumput laut, perusahaan kami berpusat di singapura dengan nama TPS Enterprise, mengenai harga dan lainnya, silakan hubungi 085230309159

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Kepala Daerah

Photo Flipbook Slideshow Maker

Prakata Pimpinan Redaksi

Glitter Photos Kami ucapkan selamat datang di Majalah Semerbak Online Kota Bau-Bau. majalah udara ini merupakan isi dari edisi cetak dari majalah Semerbak yang kami terbitkan setiap bulannya. Kami berharap, masukan saran dan kritik membangun dari pembaca sekalian. Meski kami hanya mengunakan ruang blog, tapi kami berharap para netter dan blogger di Indonesia maupun di belahan dunia ini bisa mengapresiasi terhadap apa yang kami perbuat...selamat Membaca..

Kota Bau-Bau


Photo Flipbook Slideshow Maker

Halaman lain-lain

Link Net Kota Bau-Bau


%d blogger menyukai ini: