Merajut Sejarah Wolio-Buton dan Negeri Melayu

Januari 28, 2009 at 5:55 am 2 komentar

taslimin1Beberapa tahun belakangan ini, adat dan budaya Wolio-Buton yang berada di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara banyak memikat publik dunia. Paling tidak, peneliti asal Jepang, Korea dan paling getol Malaysia terlihat bolak-balik sekedar mempelajari nilai dan norma-norma yang tumbuh subur di ranah kesultanan ini. Ada apa sebenarnya?
Sebuah lembaga kecil di kota ini terlahir dengan nama Lembaga penelitian dan Pengkajian Sosial Budaya (LP2SB), mencoba menelaah dan melakukan pengayaan dengan sejumlah fenomena tersebut. Belakangan lembaga ini ikut terlibat aktif memfasilitasi kehadiran para penelitia luar negeri tersebut. Meski terbilang kecil, tapi perannya tak bisa diremehkan. Apa saja yang ingin diperbuat? Berikut petikan wawancaranya dengan Ir. Taslimin Tahara, direktur eksekutif LP2SB Bau-Bau, yang juga seorang calon legislativ DPRD Kota Bau-Bau asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP)Kota Bau-Bau ini akhir Desember tahun lalu.

LP2SB adalah ‘pemain baru’ di Bau-Bau, seperti apa kegiatannya?
Benar dari segi usia memang terbilang baru bahkan sangat baru, namun kegiatan-kegiatan seperti ini sudah cukup lama di Kota Bau-Bau. Jadi hanya persoalan kelembagaan saja. Tapi bukan masalahnya disitu. Lembaga ini dibentuk setelah melihat perkembangan, jika selama ini Pemerintah Kota Bau-Bau memberi ruang yang besar bagi masyarakatnya untuk bersama-sama mengembangkan nilai dan norma-norma budaya di seantero Buton ini. Nah, dari sanalah ide awal kenapa lembaga ini didirikan.

Apakah LP2SB ini dibentuk karena masuknya banyak peneliti budaya dari luar negeri?

Bisa juga seperti itu. Tapi yang terutama bahwa LP2SB hadir untuk memberikan peran dalam membesarkan entitas budaya Buton yang masyhur sejak dulu kala. Dan, itu semua mulai terkuak perlahan hingga saat ini. Jadi LP2SB boleh disebut sebagai lembaga partner yang visinya menjadikan Bau-Bau sebagai pusat pengembangan Budaya Buton.
Tentu, dari misi itu kita melahirkan sejumlah misi yang diemban, yakni penelitian social budaya, pendokumentasian data social budaya, kajian, revitalisasi, penerbitan buku serta membangun kerjasama dengan lembaga lainnya baik dari dalam maupun luar negeri.

Apakah Anda yakni bisa melakukan semua itu?

Keyakinan itu memang harus ditanam dalam-dalam sejak awal lembaga ini dibentuk. Apalagi cukup banyak dukungan dari para peneliti dan praktisi social budaya. Katakanlah seperti baru-baru ini, kehadiran sejumlah budayawan Melayu seperti Prof Dr Anis MD, MA, (yayasan Warisan Johor Bahru Malaysia), Dr Hanafi Hussin (Malaysia, ahli budaya ASEAN, budaya bajo), Dr. Aristom Ibnur (yayasan Katarak Jambi, pengajar IKJ Jakarta, pengajar Malaysia singapura), Dr Halilintar, ( Rektor Institut Kesenian Makassar), telah hadir di Bau-Bau dalam bentuk seminar yang tujuannya mengangkat nilai-nilai budaya Buton secara universal.
Apalagi dukungan kakanda Dr Ruslan Rahman MSi (Pemprov Sultra) sebagai peneliti LP2SB dan dik Tasrifin sebagi kandidat doctor bidang antropologi, semakin menguatkan lembaga ini bisa memberi sumbangsih bagi kota ini kedepan di sector budaya.
Kalau seperti itu, apa saja yang ingin diperbuat LP2SB kedepan?
Yang menarik, adalah keinginan Walikota Bau-Bau, Bapak Amirul Tamim untuk menggelar Festival Zapin, yakni sebuah festival budaya yang bercorak Melayu. Niat ini tentu akan menjadi bagian dari lembaga ini, kita akan berperan aktif bersama stakeholder lainnya di kota ini. Jadi kami tidak one man show, tetapi kolaborasi dengan semua elemen. Ini yang harus kita bersama-sama sukseskan, apalagi posisi budaya Buton sebagai negeri Melayu paling timur di Nusantara, jadi referensi besar kita bersama.
Artinya begini, kalau secara fisik kami memang dinilai masih terlalu muda untuk terlibat disana, tetapi bukan itu masalahnya. Sekarang, tugas kita mewujudkan keiginan Pak Wali untuk mensukseskan festival akbar Melayu tersebut.

Terus apa saja yang sudah dilakukan lembaga ini?
Ini pertanyaan klasik, pada sebuah lembaga yang mungkin kurang dikenal publik. Tetapi LP2SB cukup berbuat di bidangnya. Katakanlah penelusian Buku Panduan Wisata Kota Bau-Bau 2006, penulisan Buku Naskah perjanjian Kesultanan Buton-Belanda (2007), Pembinaaan seni budaya Agustus lalu, ada pengiriman sanggar Belo Baruga dengan Tari Lumense-nya tampil di Johor Bahru Malaysia.
Yang paling penting diketahui public, bahwa lembaga ini ingin merajut Sejarah Wolio-Buton dan Negeri Melayu. Makanya, kita terus kontak dengan Yayasan Warisan di Johor Bahru Malaysia, Yayasan Katarak Jambi, IKJ Jakarta, dan IKM Makassar. Bahkan festival Zapin yang digagas Walikota Bau-Bau adalah sebuah rancangan seni dan budaya melayu lintas Negara, yakni Malayisa, Singapura, Brunai Darussalam dan Indonesia. Di tahun 2010

Hanya sampai disitu?
Yang penting bahwa LP2SB secara kolaboratif akan terus membangun kemitraan dengan siapa saja yang ingin membesarkan budaya kita. LP2SB sebagai lembaga kajian, punya cukup peneliti yang kualitatif. Mungkin dengan sedikit financial, tetapi niat dan kerja keras, kita bisa membesarkan budaya Buton secara universal pula. (hamzah)

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

DPRD Kota Bau-Bau “Masih Penuh Semangat” Berwisata? Bau-Bau Pilihannya.

2 Komentar Add your own

  • 1. La Amrul  |  April 27, 2010 pukul 12:48 pm

    Smoga dapat berjalan dan terlaksana, hingga Budaya dan Pembangunan berjalan beriringan dengan Nilai2 Agama Islam yg menjadi landasan.. jika tidak, apalah artinya semua kemajuan itu

  • 2. ahsan, st  |  Mei 17, 2010 pukul 4:50 am

    mainkan gimin…….!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Kepala Daerah

Photo Flipbook Slideshow Maker

Prakata Pimpinan Redaksi

Glitter Photos Kami ucapkan selamat datang di Majalah Semerbak Online Kota Bau-Bau. majalah udara ini merupakan isi dari edisi cetak dari majalah Semerbak yang kami terbitkan setiap bulannya. Kami berharap, masukan saran dan kritik membangun dari pembaca sekalian. Meski kami hanya mengunakan ruang blog, tapi kami berharap para netter dan blogger di Indonesia maupun di belahan dunia ini bisa mengapresiasi terhadap apa yang kami perbuat...selamat Membaca..

Kota Bau-Bau


Photo Flipbook Slideshow Maker

Halaman lain-lain

Link Net Kota Bau-Bau


%d blogger menyukai ini: