Menjadikan Bau-Bau Model Indonesia
Oktober 30, 2009 at 3:13 am Tinggalkan komentar
Bau-Bau adalah kota yang dinilainya membuat kejutan secara nasional. “Untuk kegiatan kepramukaan secara nasional berikutnya, maka Kota Bau-Bau akan dijadikan model pengelolaan kegiatan secara nasional” ujar Azrul Azwar.
Pria kelahiran Aceh dan guru besar dibeberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia ini begitu kagum dengan Kota Bau-Bau. Awal kedatangannya meninjau persiapan Kota Bau-Bau menjadi tuan rumah Perkempinas 2009 di bulan April silam, ia bangga dengan Indonesia yang memiliki Bau-Bau yang punya khazanah alam yang luar biasa Indahnya. “Benteng Keraton dan Pantai Kamali, dua tempat yang menggambarkan Indonesia memang sangat kaya, saya benar-benar bangga menjadi orang Indonesia,” ujar Prof Dr dr H Azrul Azwar, MPH, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka di dampingi istri kala itu.
Namun soal Bumi Perkemahan Samparona dan rencana pengelolaan kegiatan Perkempinas masih dalam bayang-bayang. Yang ia saksikan hanya hamparan rumput ilalang dan keraguan kemampuan kota ini menyelenggarakan event berskala nasional. Namun sungguh sesuatu duliar dugaan, saat mewakili Presiden SBY di pembukaan Presiden, ia mengaku sangat terkejut dengan kesiapan Buper dan methoda pengelolaan kegiatan.
“Benar-benar surprise, Buper yang dulu hamparan ilalang berubah menjadi Buper berstandar nasional, dan menjadi kawasan wisata. Luar biasa! Belum lagi acara pembukaan, sangat berbeda dengan kegiatan-kegiatan nasional sebelumnya. Pasti akan menjadi kenangan indah bagi pramuka se Indonesia,” ujarnya dihadapan wartawan.
Sebagai ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, ada sejumlah catatan penting yang ia buat dan direkomendasikan untuk menjadi model pengelolaan kegiatan untuk seluruh daerah di Indonesia. Pertama, managemen pelayanan bagi para kwartir daerah yang datang, Kedua, managemen pembukaan yang begitu memukau dengan melibatkan masyarakat dan Ketiga, pelibatan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyambut sebuah even nasional.
“Ini yang akan kami jadikan bahasan pokok pada Rakernas Pramuka tahun ini, dan Insya Allah, Bapak Walikota kita minta kesediaannya untuk memaparkan methoda yang digunakannya sehingga menjadi model bagi Indonesia,” ujarnya antusias.
Informasi yang dihimpun dari Kwartir Daerah Sulawesi Tenggara menyebutkan, jika Buper Samparona dan keberhasilan Kota Bau-Bau menjadi tuan rumah mendapatkan perhatian khusus dari Kwartir Nasional tentang rencana pengembangan Buper, menjadi Buper standar di Indonesia. Semoga! (zah)
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .






Subscribe to the comments via RSS Feed